Angka Blokir Naik, Tapi Kok Masih Ramai?
Coba perhatikan pola ini. Setiap bulan OJK umumkan angka rekening judi online yang diblokir, dan angkanya selalu naik. Juni 2026 saja sudah tembus 36.191 rekening, naik dari 33.836 di bulan sebelumnya. Tapi kalau blokir sebanyak itu benar-benar efektif, kenapa situs togel dan casino online baru masih terus bermunculan tiap minggu?
Jawabannya sederhana. Rekening bank cuma satu dari sekian jalur uang. Begitu satu pintu ditutup, bandar tinggal geser ke pintu lain yang belum diawasi seketat itu.
PPATK Sudah Sadar, Tapi Uangnya Sudah Kabur
PPATK menghentikan sementara transaksi terhadap 5.762 rekening yang terindikasi berkaitan dengan judi online sepanjang semester I 2026, dengan dana yang berada dalam ribuan rekening tersebut mencapai Rp 1,07 triliun. Kedengarannya besar. Tapi bandingkan dengan skala perputaran uangnya secara keseluruhan. Pada kuartal I 2026, nilainya mencapai Rp 40,3 triliun dengan total deposit sebesar Rp 10,59 triliun. Rp1,07 triliun yang dibekukan itu cuma sebagian kecil dari lautan uang yang mengalir tiap kuartal.
Kepala PPATK sendiri sudah wanti-wanti soal ini. Jaringan pelaku terus beradaptasi dengan memanfaatkan instrumen keuangan yang semakin kompleks serta mengubah pola transaksi agar sulit terdeteksi. Kalimat birokrat, tapi maknanya jelas: mereka tahu, tapi selalu telat satu langkah.
Kripto, E-Wallet, dan VPN Jadi Kombo Favorit
Kalau dulu bandar judol cukup pakai rekening tampungan atas nama orang lain, sekarang triknya lebih rapi. Pelaku juga memanfaatkan perkembangan teknologi, seperti penggunaan VPN, aplikasi terenkripsi, dompet elektronik, virtual account, hingga aset kripto yang menyulitkan proses pelacakan transaksi dan pemulihan aset hasil kejahatan. Dan ini bukan cuma teori. OJK sendiri menyebut praktik perjudian online kini telah berkembang menjadi kejahatan ekonomi yang semakin terorganisasi, dengan modus operasi yang tidak hanya memanfaatkan rekening bank, tetapi juga dompet elektronik, QRIS hingga aset kripto untuk menyamarkan aliran dana.
Kripto punya keunggulan yang bikin frustrasi penegak hukum: transaksinya lintas negara, susah dilacak tanpa kerja sama internasional, dan nilainya bisa langsung dikonversi tanpa perlu identitas bank lokal. Laporan transaksi mencurigakan terkait judi pun ikut meledak. Langkah ini sejalan dengan lonjakan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) terkait judi yang meroket 260,03%. Bukan angka kecil untuk ukuran satu jenis pelanggaran.
Kenapa Aparat Selalu Kalah Cepat
Masalahnya bukan cuma soal teknologi. Struktur bisnisnya memang dibuat lintas yurisdiksi. Karakter perjudian daring yang lintas negara jadi tantangan tersendiri, karena server, operator, tim pemasaran, dan infrastruktur jaringan bisa berada di negara berbeda dengan sistem hukum yang berbeda. Menutup satu server di satu negara tidak berarti apa-apa kalau operatornya duduk manis di negara lain sambil buka domain baru dalam hitungan jam.
Komdigi sudah kerja keras di sisi konten. Sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital telah menangani sekitar 3,7 juta situs maupun konten bermuatan judi online. Angka yang luar biasa banyak, tapi tetap saja tidak berhenti karena situs baru lahir secepat situs lama mati.
Beda Kelas: Platform Legal vs Kasino Kaleng
Ironisnya, semua kerumitan soal kripto abu-abu dan rekening tampungan ini justru bikin jarak makin jelas antara operator ilegal kelas teri dengan platform berlisensi yang memang serius membangun nama. Situs judol yang gonta-ganti domain tiap minggu jelas beda kasta dengan operator seperti bk8 asia yang punya lisensi resmi, sponsor turnamen olahraga internasional, dan sistem pembayaran yang tidak perlu sembunyi lewat dompet kripto anonim. Bukan berarti semua aman, tapi setidaknya jejaknya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, bukan cuma nama domain yang muncul dari grup Telegram tak dikenal.
Uang Selalu Cari Celah
Selama ada permintaan, akan selalu ada yang mencari jalan memutar. Blokir rekening memang penting, tapi kalau bandar tinggal pindah ke kripto, e-wallet luar negeri, atau rekening nominee baru, perang ini akan terus berulang tiap kuartal dengan angka yang berbeda tapi pola yang sama persis.